-->
BLANTERWISDOM101

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC)

Senin, 13 Januari 2020



a.      Pengertian Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)
Model pembelajaran CIRC pertama kali dikemukakan oleh Robert E. Slavin dkk (Dan Diyan Permata Yanda, 2018). Alasan pengembangan model ini Karena kekhawatiran mereka terhadap pengajaran membaca, menulis dan seni berbahasa oleh pendidik masih dilakukan secara tradisional. Model Cooperative Integrated Reading and Composition termasuk salah satu model pembelajaran Cooperative Learning yang pada mulanya merupakan pengajaran kooperatif terpadu membaca dan menulis.
Model ini merupakan kooperatif terpadu atau luas dan lengkap untuk pengajaran membaca dan menulis untuk kelas-kelas sekolah dasar hingga sekolah tinggi. Cooperative Integrated Reading and Composition telah berkembang bukan hanya di pakai pada pembelajaran bahasa saja. Melainkan pada pelajaran matematika, model Cooperative Integrated Reading and Composition dikembangkan oleh Stevans dan Kolega pada akhir tahun 1980. Cooperative Integrated Reading and Composition adalah teknik pembelajaran kooperatif yang digunakan dalam pelajaran membaca, menulis, dan seni bahasa. Di dalam model pembelajaran ini, peserta didik diminta untuk membuat kelompokkelompok kecil yang heterogen, yang terdiri dari 4 atau 5 peserta didik. Sebelum membentuk kelompok, peserta didik di arahkan untuk saling bekerjasama dalam suatu kelompok. Salah satu peserta didik membacakan soal dan dapat memberikan penjelasan kepada teman sekelompoknya tentang isi penyelesaian soal-soal cerita matematika, kemudian berdiskusi kepada teman-temannya yang menciptakan suatu dorongan kepada teman yang lain untuk bekerjasama, menghargai pendapat teman lain dan sebagainya. Peserta didik yang pandai, sedang, atau lemah dan masingmasing peserta didik sebaiknya merasa cocok satu sama lain. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peserta didik tidak hanya menerima saja materi pengajaran yang diberikan pendidik, melainkan peserta didik juga berusaha menggali dan mengembangkan sendiri dalam kelompoknya.
a.      Langkah-langkah Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)
Dalam mengajukan petanyaan kepada seluruh kelas, pendidik menggunakan beberapa fase sebagai sintaks didapatkan fase-fase berikut.
1)      Fase Pengenalan konsep.
Fase ini pendidik mulai mengenalkan tentang suatu konsep atau istilah baru yang mengacu pada hasil penemuan selama eksplorasi. Pengenalan bisa didapat dari keterangan pendidik, buku paket, atau media lainnya.
2)      Fase Eksplorasi dan aplikasi.
Fase ini memberikan peluang pada peserta didik untuk mengungkap pengetahuan awalnya, mengembangkan pengetahuan baru, dan menjelaskan fenomena yang mereka alami dengan bimbingan pendidik.
3)      Fase Publikasi.
Pada fase ini peserta didik mampu mengkomunikasikan hasil temuan-temuan, membuktikan, memperagakan tentang materi yang dibahas. Penemuan itu dapat bersifat sebagai sesuatu yang baru atau sekedar membuktikan hasil pengamatannya.
Model pembelajaran CIRC memiliki langkah-langkah sebagai berikut (dalam Stevan):
1)      Pendidik membentuk kelompok-kelompok yang masing-masing terdiri dari 4-5 peserta didik.
2)      Pendidik menjelaskan secara singkat materi pembelajaran dan memberikan soal permasalah berupa soal cerita
3)      Peserta didik bekerja sama saling membacakan, menemukan kata kunci dari soal cerita, memberikan jawaban dan penyelesaian soal cerita yang dituliskan pada lembar kertas.
4)      Peserta didik mempresentasikan atau membacakan hasil kelompok.
5)      Peserta didik memberikan penguatan (reinfoecement)
6)      Pendidik dan peserta didik bersama-sama membuat kesimpulan.
7)      Penutup.
Model CIRC menurut slavin antara lain:
1)      Peserta didik dibentuk dalam kelompok-kelompok kecil untuk mendiskusikan isi bacaan.
2)      Peserta didik harus menuliskan inti permasalahan dari bacaan dan menuliskan prosedur penyelesaian masalahnya secara sistematis.
3)      Apabila terdapat kesulitan, peserta didik dapat membandingkan jawabannya ke kelompok lain untuk mendapatkan hasil yang benar.
4)      Semua peserta didik akan mendapatkan informasi yang sama sehingga mempermudah dalam memahami materi belajar.
Dalam hal ini peneliti menggunakan langkah-langkah model pembelajaran CIRC dengan (dalam Stevan) dimana antara lain:
1)      Pendidik membentuk kelompok-kelompok yang masing-masing terdiri dari 4-5 peserta didik.
2)      Pendidik menjelaskan secara singkat materi pembelajaran dan memberikan soal permasalah berupa soal cerita
3)      Peserta didik bekerja sama saling membacakan, menemukan kata kunci dari soal cerita, memberikan jawaban dan penyelesaian soal cerita yang dituliskan pada lembar kertas.
4)      Peserta didik mempresentasikan atau membacakan hasil kelompok.
5)      Peserta didik memberikan penguatan (reinfoecement)
6)      Pendidik dan peserta didik bersama-sama membuat kesimpulan.
7)      Penutup.
Dapat dikatakan pertama pendidik membentuk kelompok menjadi 4-5 peserta didik, selama proses pembelajaran peserta didik saling bekerja sama. Dalam menyelesaikan LKS (wacana), setiap peserta didik dalam kelompok siap untuk mempertanggung jawabkan hasil diskusinya. Dalam penilaian ini peserta didik yang ditunjuk secara acak siap dalam menjelaskan hasil diskusinya. Peserta didik bekerja sama dan dituntut untuk belajar membaca dan memahami suatu soal cerita kemudian menuliskan penyelesaian soal cerita secara sistematis bersama kelompoknnya masing-masing. Di saat perwakilan kelompok menjawab dengan benar maka nilai optimal akan diberikan kepada seluruh anggota kelompok, sebaliknya saat perwakilan kelompok kurang tepat dalam menjawab maka nilai yang akan di berikan akan berkurang. Hal ini membuat anggota kelompoknya memahami jawaban dan menjawab dengan benar untuk mencapai nilai optimal secara kelompok. Dan untuk peserta didik yang mewakili kelompoknya nilai individunya di dapat saat peserta didik memberikan penguatan dan tes. Penguatan yang dimaksud adalah peserta didik membuat kesimpulan bersama peneliti tentang apa yang telah di bahas. Peneliti memberikan evaluasi atas hasil diskusi dalam pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
b.      Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran CIRC
Secara khusus, Slavin dalam Suyitno menyebutkan kelebihan model pembelajaran CIRC sebagai berikut:
1)      CIRC amat tepat untuk meningkatkan keterampilan peserta didik dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah.
2)      Dominasi pendidik dalam pembelajaran berkurang.
3)      Peserta didik termotivasi pada hasil secara teliti, karena bekerja dalam kelompok.
4)      Para peserta didik dapat memahami makna soal dan saling mengecek pekerjaannya.
5)      Membantu peserta didik yang lemah.
Kekurangan model CIRC adalah:
1)      Pada saat persentasi hanya peserta didik yang aktif tampil.
2)      Tidak semua peserta didik bisa mengerjakan soal dengan teliti.


Anda Sedang Membaca Artikel Tentang Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC)
Share This :

0 komentar