a.
Pengertian Cooperative
Integrated Reading and Composition (CIRC)
Model pembelajaran CIRC pertama kali
dikemukakan oleh Robert E. Slavin dkk (Dan
Diyan Permata Yanda, 2018). Alasan pengembangan model
ini Karena kekhawatiran mereka terhadap pengajaran membaca, menulis dan seni
berbahasa oleh pendidik masih dilakukan secara tradisional. Model Cooperative
Integrated Reading and Composition termasuk salah satu model pembelajaran
Cooperative Learning yang pada mulanya merupakan pengajaran kooperatif terpadu
membaca dan menulis.
Model ini merupakan kooperatif terpadu
atau luas dan lengkap untuk pengajaran membaca dan menulis untuk kelas-kelas
sekolah dasar hingga sekolah tinggi. Cooperative Integrated Reading and
Composition telah berkembang bukan hanya di pakai pada pembelajaran bahasa
saja. Melainkan pada pelajaran matematika, model Cooperative Integrated Reading
and Composition dikembangkan oleh Stevans dan Kolega pada akhir tahun 1980.
Cooperative Integrated Reading and Composition adalah teknik pembelajaran
kooperatif yang digunakan dalam pelajaran membaca, menulis, dan seni bahasa. Di
dalam model pembelajaran ini, peserta didik diminta untuk membuat
kelompokkelompok kecil yang heterogen, yang terdiri dari 4 atau 5 peserta
didik. Sebelum membentuk kelompok, peserta didik di arahkan untuk saling
bekerjasama dalam suatu kelompok. Salah satu peserta didik membacakan soal dan
dapat memberikan penjelasan kepada teman sekelompoknya tentang isi penyelesaian
soal-soal cerita matematika, kemudian berdiskusi kepada teman-temannya yang
menciptakan suatu dorongan kepada teman yang lain untuk bekerjasama, menghargai
pendapat teman lain dan sebagainya. Peserta didik yang pandai, sedang, atau
lemah dan masingmasing peserta didik sebaiknya merasa cocok satu sama lain.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peserta didik tidak hanya menerima
saja materi pengajaran yang diberikan pendidik, melainkan peserta didik juga
berusaha menggali dan mengembangkan sendiri dalam kelompoknya.
a.
Langkah-langkah Model
Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)
Dalam mengajukan petanyaan kepada
seluruh kelas, pendidik menggunakan beberapa fase sebagai sintaks didapatkan
fase-fase berikut.
1) Fase Pengenalan konsep.
Fase ini pendidik mulai mengenalkan tentang suatu konsep
atau istilah baru yang mengacu pada hasil penemuan selama eksplorasi.
Pengenalan bisa didapat dari keterangan pendidik, buku paket, atau media lainnya.
2) Fase Eksplorasi dan aplikasi.
Fase ini memberikan peluang pada peserta didik untuk
mengungkap pengetahuan awalnya, mengembangkan pengetahuan baru, dan menjelaskan
fenomena yang mereka alami dengan bimbingan pendidik.
3) Fase Publikasi.
Pada fase ini peserta didik mampu mengkomunikasikan hasil
temuan-temuan, membuktikan, memperagakan tentang materi yang dibahas. Penemuan
itu dapat bersifat sebagai sesuatu yang baru atau sekedar membuktikan hasil
pengamatannya.
Model pembelajaran CIRC memiliki langkah-langkah
sebagai berikut (dalam Stevan):
1) Pendidik membentuk
kelompok-kelompok yang masing-masing terdiri dari 4-5 peserta didik.
2) Pendidik menjelaskan secara
singkat materi pembelajaran dan memberikan soal permasalah berupa soal cerita
3) Peserta didik bekerja sama
saling membacakan, menemukan kata kunci dari soal cerita, memberikan jawaban
dan penyelesaian soal cerita yang dituliskan pada lembar kertas.
4) Peserta didik mempresentasikan
atau membacakan hasil kelompok.
5) Peserta didik memberikan
penguatan (reinfoecement)
6) Pendidik dan peserta didik
bersama-sama membuat kesimpulan.
7) Penutup.
Model CIRC menurut slavin antara lain:
1) Peserta didik dibentuk dalam
kelompok-kelompok kecil untuk mendiskusikan isi bacaan.
2) Peserta didik harus menuliskan
inti permasalahan dari bacaan dan menuliskan prosedur penyelesaian masalahnya
secara sistematis.
3) Apabila terdapat kesulitan,
peserta didik dapat membandingkan jawabannya ke kelompok lain untuk mendapatkan
hasil yang benar.
4) Semua peserta didik akan
mendapatkan informasi yang sama sehingga mempermudah dalam memahami materi
belajar.
Dalam hal ini peneliti menggunakan
langkah-langkah model pembelajaran CIRC dengan (dalam Stevan) dimana antara
lain:
1) Pendidik membentuk
kelompok-kelompok yang masing-masing terdiri dari 4-5 peserta didik.
2) Pendidik menjelaskan secara
singkat materi pembelajaran dan memberikan soal permasalah berupa soal cerita
3) Peserta didik bekerja sama
saling membacakan, menemukan kata kunci dari soal cerita, memberikan jawaban
dan penyelesaian soal cerita yang dituliskan pada lembar kertas.
4) Peserta didik mempresentasikan
atau membacakan hasil kelompok.
5) Peserta didik memberikan
penguatan (reinfoecement)
6) Pendidik dan peserta didik
bersama-sama membuat kesimpulan.
7) Penutup.
Dapat dikatakan pertama pendidik
membentuk kelompok menjadi 4-5 peserta didik, selama proses pembelajaran
peserta didik saling bekerja sama. Dalam menyelesaikan LKS (wacana), setiap
peserta didik dalam kelompok siap untuk mempertanggung jawabkan hasil diskusinya.
Dalam penilaian ini peserta didik yang ditunjuk secara acak siap dalam
menjelaskan hasil diskusinya. Peserta didik bekerja sama dan dituntut untuk
belajar membaca dan memahami suatu soal cerita kemudian menuliskan penyelesaian
soal cerita secara sistematis bersama kelompoknnya masing-masing. Di saat
perwakilan kelompok menjawab dengan benar maka nilai optimal akan diberikan
kepada seluruh anggota kelompok, sebaliknya saat perwakilan kelompok kurang
tepat dalam menjawab maka nilai yang akan di berikan akan berkurang. Hal ini
membuat anggota kelompoknya memahami jawaban dan menjawab dengan benar untuk
mencapai nilai optimal secara kelompok. Dan untuk peserta didik yang mewakili
kelompoknya nilai individunya di dapat saat peserta didik memberikan penguatan
dan tes. Penguatan yang dimaksud adalah peserta didik membuat kesimpulan
bersama peneliti tentang apa yang telah di bahas. Peneliti memberikan evaluasi
atas hasil diskusi dalam pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
b.
Kelebihan dan Kekurangan Model
Pembelajaran CIRC
Secara khusus, Slavin dalam Suyitno
menyebutkan kelebihan model pembelajaran CIRC sebagai berikut:
1) CIRC amat tepat untuk
meningkatkan keterampilan peserta didik dalam menyelesaikan soal pemecahan
masalah.
2) Dominasi pendidik dalam pembelajaran
berkurang.
3) Peserta didik termotivasi pada
hasil secara teliti, karena bekerja dalam kelompok.
4) Para peserta didik dapat
memahami makna soal dan saling mengecek pekerjaannya.
5) Membantu peserta didik yang
lemah.
Kekurangan model CIRC adalah:
1) Pada saat persentasi hanya
peserta didik yang aktif tampil.
2) Tidak semua peserta didik bisa
mengerjakan soal dengan teliti.
Share This :


0 komentar